Feeds:
Posts
Comments

Dengan mengucap syukur alhamdulillah dan jerih payah kerja pengurus AAzI DKI dan Pusat, telah terlaksana peringatan Hari Alzheimer Dunia 2009. Peringatan HAD yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 21 September 2009 diundur ke tanggal 24 Oktober 2009 mengingat pada tanggal tersebutĀ  umat Islam di Indonesia sedang merayakan hari Raya Idul Fitri. Pengurus AAzI Pusat ( dr. Samino dan dr.Martina) memutuskan untuk merayakannya di bulan Oktober pada tanggal 24.

Kegiatan HAD 09 ini pun berlangsung meriah berlokasi di Darmawangsa Square – The Citi Walk Jakarta Selatan, bekerjasama dengan berbagai tenant di mall tersebut dan “life begin at40″ serta para kontributor yang sangat bermurah hati ikut menyukseskan acara ini yaitu MEDCO Foundation, PT CSM, PT Novartis, PT Kalbe Farma, PT SOHO, Borobudur Herbal.

Acara peringatan HAD 09 ini dihadiri sekitar 200 orang warga senior dan tidak hanya yang senior para junior pun hadir ikut merayakannya. Dengan tema “Diagnosing Dementia : See It Sooner” AAzI masih tetap untuk mensosialisasikan masalah kepikunan melalui kegiatan stimulasi kognitif, aktifitas otak melalui seni (pembacaan puisi dan peragaan busana), senam gerak latih otak (GLO) versi AAzI, serta talk show.

Kegiatan-kegiatan seperti tersebut merupakan acara andalan dari AAzI untuk mensosialisasikan masalah kepikunan, dan untuk masa yang akan datang AAzI khususnya AAzI DKI akan melakukan aksi langsung di masyarakat kalau perlu door to door untuk mensosialisasikan masalah demensia ini. Untuk satu tahun yang lalu sudah dilakukan sekitar 3 kegiatan di 3 tempat yang berbeda di berbagai kelompok masyarakat dan diharapkan jumlah ini akan semakin bertambah.

See You Soon

Datang dan saksikan Talk Show “See it Sooner in Diagnosing Dementia” oleh DR.Dr.Martina Wiwie SpKJ, disertai kegiatan lainnya Screening Dementia, Bazaar, dan Pementasan lainnya pada Peringatan Hari Alzheimer Dunia 2009.
Undangan Alzheimer Day September 21st, 2009

webrwmgn3

Melengkapi aktivitas pelatihan para dokter umum sekitar satu minggu setelahnya di daerah Rawamangun, Cipinang Kebembem, AAzI wil DKI Jakarta mengadakan pendidikan awam mengenai Pengenalan Demensia Alzheimer sekaligus melakukan pemeriksaan penapis dasar gangguan kognitif menggunakan instrumen MMSE dan MoCA.

webrwmgn5

webrwmgn2

Pendidikan atau penyuluhan awam ini dilaksanakan oleh dr. Taufik Mesiano (Sekretaris AAzI Wil DKI Jakarta) selaku pembicara bersama dr. Ricky G selaku pemerhati para warga senior. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 20 orang warga senior melalui koordinasi dan bantuan dengan ibu drg.Kartini yang juga pemerhati warga senior dan aktif di Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU), selain itu kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua RW setempat.

webrwmgn4webrwmgn1

Alhamdulillah para warga senior di daerah rawamangun menyambut baik kegiatan yang diadakan AAzI ini. Semoga dapat berlanjut ke tahap selanjutnya dan berkesinambungan.

workshop dokter umum

Selain melakukan pendidikan awam, AAzI bekerjasama dengan PT.Eisai juga mengadakan pelatihan atau workshop kepada dokter umum mengenai pengenalan Demensia Alzheimer. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski Sabtu 6 Juni 2009 ini, bertujuan agar para dokter umum dapat menjadi ujung tombak di masyarakat dalam penegakkan diagnosis dan usaha preventif pada demensia khususnya demensia Alzheimer. Dalam workshop ini para dokter dilatih oleh pengurus AAzI, yang bertindak sebagai pembicara yaitu DR. dr. Martina Wiwi SpKJ (K) dan dr. Samino SpS (K) yang telah berpengalaman tentang menangani kasus-kasus demensia.

workshop dokter umum2

Tidak ketinggalan juga para dokter yang berjumlah sekitar 100 orang langsung mempraktekkan kepada nara coba yaitu para lansia pimpinan ibu Sri Haryati (pengurus AAzI Wil. DKI Jakarta) tentang bagaimana memeriksa status kognitif seseorang melalui berbagai tools pemeriksaan.

nara coba workshop

Kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas akan dilaksanakan oleh AAzI sebagai kegiatan rutin dalam rangka mendidik tenaga profesional untuk menangani masalah demensia pada warga senior yang jumlahnya semakin banyak di masa yang akan datang.

Terimakasih.

TM

Di hari Sabtu, 16 Mei 2009, tepatnya di kediaman H. Dimyati salah satu aktifis peduli komunitas warga senior di klender, AAzI wilayah DKI Jakarta melakukan pendidikan awam dalam rangka mensosialisasikan tentang demensia sekaligus melakukan pemeriksaan penapis dasar gangguan fungsi berfikir.

klender1

Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 orang warga senior yang tergabung dalam komunitas lansia klender. Dengan penuh perhatian mendengarkan pencerahan tentang demensia oleh dr. Taufik Mesiano bersama tim yang lain yaitu Ibu Vien Sony danĀ  Ibu Sri Haryati Sigit.

klender3

klender4

klender2

Setelah pendidikan awam kegiatan dilanjutkan pada puncak acara dengan melakukan pemeriksaan fungsi kognitif dengan menggunakan MMSE dan MoCA sebagai penapis dasar gangguan fungsi kognitif yang banyak terjadi pada usia yang sudah lanjut. Dr. Taufik dibantu oleh Saudari Elif dalam melakukan pemeriksaan dan diikuti dengan antusias oleh para peserta dengan menunggu antrian untuk diperiksa sambil berharap tidak terjadi suatu kelainan berdasarkan hasil pemeriksaan.

klender5

Kegiatan ini akan semakin sering dilakukan AAzI dalam rangka edukasi masyarakat terutama pada warga senior tentang demensia (pikun) dan menyaring warga senior yang mungkin sudah terjadi kemunduran fungsi kognitif.

Segenap pengurus AAzI wilayah DKI Jakarta mengucapkan banyak terimakasih terutama kepada tuan rumah Bpk. H. Dimyati yang telah menyediakan rumahnya demii terselenggaranya acara ini serta para tim AAzI : dr. Taufik Mesiano, Ibu Vien Sony, Ibu Sri Haryati Sigit, dan Ibu Firdyanti, Komunitas Lansia Klender, Bpk. Sony, Ibu Fitri, dan juga tidak ketinggalan Saudari Elif yang telah menyukseskan acara ini.

  1. Bina hubungan saling percaya
  2. Ciptakan lingkungan yang terapeutik (tenang, tidak bising, sejuk, aman, warna dinding kamar teduh)
  3. Reorientasi WTO (waktu, tempat, dan orang)
  4. Beri perhatian cukup termasuk kebutuhan dasar
  5. Konsisten, menepati janji, empati dan jujur
  6. Kontak dengan pasien singkat tapi sering
  7. Tindakan mendukung dan menolak/menyangkal waham dan halusinasi (bila ada)
  8. Beri motivasi untuk merawat diri
  9. Beri reinforcement positif atas perilaku baik pasien secara realistis
  10. Gunakan faktor yang meningkatkan komunikasi antara lain :
  • Bicara terang, jelas, kontak mata
  • Ulangi secara singkat
  • Gunakan metode klasifikasi dan validasi terfokus
  • Gunakan metode sentuhan
  • Alternatif komunikasi
  1. Walaupun saya tidak dapat mengontrol proses jalannya penyakit, namun saya perlu menyadari dan mengetahui bahwa hal tersebut banyak pengaruhnya terhadap keluarga saya
  2. Saya perlu menjaga atau mengurus diri sendiri agar saya dapat melanjutkan pekerjaan atau hal-hal yang penting
  3. Saya harus menciptakan gaya hidup sederhana agar waktu dan tenaga saya tersedia untuk hal yang benar-benar penting pada saat diperlukan
  4. Saya perlu membiasakan untuk membiarkan orang lain membantu saya, karena pekerjaan mengurus anggota keluarga adalah terlalu berat untuk dilakukan seorang diri Continue Reading »

Tak lama berselang dari Alzheimer’s Disease International Conference di Singapura, Direktur Eksekutif Alzheimer Disease International (ADI) Mr. Marc Wortmann berkunjung ke Indonesia

allson2allson1

Rencana kunjungan Mr. Marc Wortmann ini disambut dengan hangat oleh pengurus Asosiasi Alzheimer Indonesia (AAzI) dan dimanfaatkan untuk sharing pengalaman dan pengarahan penguatan organisasi AAzI dalam menyusun strategi pengelolaan kegiatan AAzI di 7 wilayah provinsi Indonesia. Continue Reading »

Pada tanggal 24-28 September 2009 yang lalu, para kru Asosiasi Alzheimer Indonesia (dr. Samino SpS, dr. Martina W SpKJ, dan dr. Taufik Mesiano) pergi berkunjung ke negeri tetangga Singapura untuk ikut berpartisipasi dalam Konvensi Alzheimer Disease International yang ke 24.

Silaturahmi dengan peserta asal Indonesia

Silaturahmi dengan peserta asal Indonesia

Partisipasi AAzI pada Konvensi ADI-24th ini yaitu ikut serta sebagai salah satu Exibitor bersama negara-negara lain seperti India, Iran, Israel, Malaysia, United Kingdom, Pakistan, South Korea, Japan dan negara lain anggota ADI.

Dalam exibitornya kali ini AAzI memamerkan berbagai aktivitas dalam negeri selama lebih dari 5 tahun. Mulai dari aktivitas public awareness, media education, publishing, cafe warga senior, brain gym, talk show, dan Indonesia Training Center on Aging (ITCOA).

web4

web2

Pada Konvensi kali ini para kru AAzI juga saling bertukar pikiran dengan peserta dari negara lain dan juga ternyata terdapat peserta dari negeri sendiri. Dan yang paling berkesan pada Konvensi ADI tahun ini Asosiasi Alzheimer Indonesia telah diterima sebagai full member Alzheimer Disease International. Hal ini juga tidak lain atas peran serta para anggotanya dan cabang di wilayah lain yang ikut mengembangkan Asosiasi ini. Terima kasih kepada Ibu Hanna (Ketua AAzI Wilayah DKI Jakarta) dan Ibu Sri Haryati (Pengurus AAzI Wilayah DKI Jakarta) yang tidak kenal lelah untuk mengurus para warga senior binaannya.

Keep the good works, No Time To Lose, Don’t Forget to Remember, Use it or Lose it.

AAzI Full Member ADI

AAzI Full Member ADI

Alhamdulillah, sekitar tanggal 24 Maret 2009 kemarin Asosiasi Alzheimer Indonesia diterima sebagai full member dari Alzheimer Disease International (ADI). Keputusan ini ditentukan dari keputusan rapat berbagai negara full member dalam Konvensi ADI yang ke-24 di Singapura.

Older Posts »