Feeds:
Posts
Comments

webrwmgn3

Melengkapi aktivitas pelatihan para dokter umum sekitar satu minggu setelahnya di daerah Rawamangun, Cipinang Kebembem, AAzI wil DKI Jakarta mengadakan pendidikan awam mengenai Pengenalan Demensia Alzheimer sekaligus melakukan pemeriksaan penapis dasar gangguan kognitif menggunakan instrumen MMSE dan MoCA.

webrwmgn5

webrwmgn2

Pendidikan atau penyuluhan awam ini dilaksanakan oleh dr. Taufik Mesiano (Sekretaris AAzI Wil DKI Jakarta) selaku pembicara bersama dr. Ricky G selaku pemerhati para warga senior. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 20 orang warga senior melalui koordinasi dan bantuan dengan ibu drg.Kartini yang juga pemerhati warga senior dan aktif di Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU), selain itu kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua RW setempat.

webrwmgn4webrwmgn1

Alhamdulillah para warga senior di daerah rawamangun menyambut baik kegiatan yang diadakan AAzI ini. Semoga dapat berlanjut ke tahap selanjutnya dan berkesinambungan.

workshop dokter umum

Selain melakukan pendidikan awam, AAzI bekerjasama dengan PT.Eisai juga mengadakan pelatihan atau workshop kepada dokter umum mengenai pengenalan Demensia Alzheimer. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski Sabtu 6 Juni 2009 ini, bertujuan agar para dokter umum dapat menjadi ujung tombak di masyarakat dalam penegakkan diagnosis dan usaha preventif pada demensia khususnya demensia Alzheimer. Dalam workshop ini para dokter dilatih oleh pengurus AAzI, yang bertindak sebagai pembicara yaitu DR. dr. Martina Wiwi SpKJ (K) dan dr. Samino SpS (K) yang telah berpengalaman tentang menangani kasus-kasus demensia.

workshop dokter umum2

Tidak ketinggalan juga para dokter yang berjumlah sekitar 100 orang langsung mempraktekkan kepada nara coba yaitu para lansia pimpinan ibu Sri Haryati (pengurus AAzI Wil. DKI Jakarta) tentang bagaimana memeriksa status kognitif seseorang melalui berbagai tools pemeriksaan.

nara coba workshop

Kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas akan dilaksanakan oleh AAzI sebagai kegiatan rutin dalam rangka mendidik tenaga profesional untuk menangani masalah demensia pada warga senior yang jumlahnya semakin banyak di masa yang akan datang.

Terimakasih.

TM

Di hari Sabtu, 16 Mei 2009, tepatnya di kediaman H. Dimyati salah satu aktifis peduli komunitas warga senior di klender, AAzI wilayah DKI Jakarta melakukan pendidikan awam dalam rangka mensosialisasikan tentang demensia sekaligus melakukan pemeriksaan penapis dasar gangguan fungsi berfikir.

klender1

Acara ini dihadiri oleh sekitar 20 orang warga senior yang tergabung dalam komunitas lansia klender. Dengan penuh perhatian mendengarkan pencerahan tentang demensia oleh dr. Taufik Mesiano bersama tim yang lain yaitu Ibu Vien Sony danĀ  Ibu Sri Haryati Sigit.

klender3

klender4

klender2

Setelah pendidikan awam kegiatan dilanjutkan pada puncak acara dengan melakukan pemeriksaan fungsi kognitif dengan menggunakan MMSE dan MoCA sebagai penapis dasar gangguan fungsi kognitif yang banyak terjadi pada usia yang sudah lanjut. Dr. Taufik dibantu oleh Saudari Elif dalam melakukan pemeriksaan dan diikuti dengan antusias oleh para peserta dengan menunggu antrian untuk diperiksa sambil berharap tidak terjadi suatu kelainan berdasarkan hasil pemeriksaan.

klender5

Kegiatan ini akan semakin sering dilakukan AAzI dalam rangka edukasi masyarakat terutama pada warga senior tentang demensia (pikun) dan menyaring warga senior yang mungkin sudah terjadi kemunduran fungsi kognitif.

Segenap pengurus AAzI wilayah DKI Jakarta mengucapkan banyak terimakasih terutama kepada tuan rumah Bpk. H. Dimyati yang telah menyediakan rumahnya demii terselenggaranya acara ini serta para tim AAzI : dr. Taufik Mesiano, Ibu Vien Sony, Ibu Sri Haryati Sigit, dan Ibu Firdyanti, Komunitas Lansia Klender, Bpk. Sony, Ibu Fitri, dan juga tidak ketinggalan Saudari Elif yang telah menyukseskan acara ini.

  1. Bina hubungan saling percaya
  2. Ciptakan lingkungan yang terapeutik (tenang, tidak bising, sejuk, aman, warna dinding kamar teduh)
  3. Reorientasi WTO (waktu, tempat, dan orang)
  4. Beri perhatian cukup termasuk kebutuhan dasar
  5. Konsisten, menepati janji, empati dan jujur
  6. Kontak dengan pasien singkat tapi sering
  7. Tindakan mendukung dan menolak/menyangkal waham dan halusinasi (bila ada)
  8. Beri motivasi untuk merawat diri
  9. Beri reinforcement positif atas perilaku baik pasien secara realistis
  10. Gunakan faktor yang meningkatkan komunikasi antara lain :
  • Bicara terang, jelas, kontak mata
  • Ulangi secara singkat
  • Gunakan metode klasifikasi dan validasi terfokus
  • Gunakan metode sentuhan
  • Alternatif komunikasi
  1. Walaupun saya tidak dapat mengontrol proses jalannya penyakit, namun saya perlu menyadari dan mengetahui bahwa hal tersebut banyak pengaruhnya terhadap keluarga saya
  2. Saya perlu menjaga atau mengurus diri sendiri agar saya dapat melanjutkan pekerjaan atau hal-hal yang penting
  3. Saya harus menciptakan gaya hidup sederhana agar waktu dan tenaga saya tersedia untuk hal yang benar-benar penting pada saat diperlukan
  4. Saya perlu membiasakan untuk membiarkan orang lain membantu saya, karena pekerjaan mengurus anggota keluarga adalah terlalu berat untuk dilakukan seorang diri Continue Reading »

Tak lama berselang dari Alzheimer’s Disease International Conference di Singapura, Direktur Eksekutif Alzheimer Disease International (ADI) Mr. Marc Wortmann berkunjung ke Indonesia

allson2allson1

Rencana kunjungan Mr. Marc Wortmann ini disambut dengan hangat oleh pengurus Asosiasi Alzheimer Indonesia (AAzI) dan dimanfaatkan untuk sharing pengalaman dan pengarahan penguatan organisasi AAzI dalam menyusun strategi pengelolaan kegiatan AAzI di 7 wilayah provinsi Indonesia. Continue Reading »

Pada tanggal 24-28 September 2009 yang lalu, para kru Asosiasi Alzheimer Indonesia (dr. Samino SpS, dr. Martina W SpKJ, dan dr. Taufik Mesiano) pergi berkunjung ke negeri tetangga Singapura untuk ikut berpartisipasi dalam Konvensi Alzheimer Disease International yang ke 24.

Silaturahmi dengan peserta asal Indonesia

Silaturahmi dengan peserta asal Indonesia

Partisipasi AAzI pada Konvensi ADI-24th ini yaitu ikut serta sebagai salah satu Exibitor bersama negara-negara lain seperti India, Iran, Israel, Malaysia, United Kingdom, Pakistan, South Korea, Japan dan negara lain anggota ADI.

Dalam exibitornya kali ini AAzI memamerkan berbagai aktivitas dalam negeri selama lebih dari 5 tahun. Mulai dari aktivitas public awareness, media education, publishing, cafe warga senior, brain gym, talk show, dan Indonesia Training Center on Aging (ITCOA).

web4

web2

Pada Konvensi kali ini para kru AAzI juga saling bertukar pikiran dengan peserta dari negara lain dan juga ternyata terdapat peserta dari negeri sendiri. Dan yang paling berkesan pada Konvensi ADI tahun ini Asosiasi Alzheimer Indonesia telah diterima sebagai full member Alzheimer Disease International. Hal ini juga tidak lain atas peran serta para anggotanya dan cabang di wilayah lain yang ikut mengembangkan Asosiasi ini. Terima kasih kepada Ibu Hanna (Ketua AAzI Wilayah DKI Jakarta) dan Ibu Sri Haryati (Pengurus AAzI Wilayah DKI Jakarta) yang tidak kenal lelah untuk mengurus para warga senior binaannya.

Keep the good works, No Time To Lose, Don’t Forget to Remember, Use it or Lose it.

AAzI Full Member ADI

AAzI Full Member ADI

Alhamdulillah, sekitar tanggal 24 Maret 2009 kemarin Asosiasi Alzheimer Indonesia diterima sebagai full member dari Alzheimer Disease International (ADI). Keputusan ini ditentukan dari keputusan rapat berbagai negara full member dalam Konvensi ADI yang ke-24 di Singapura.

disadur dari :

Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry 2008; 79:864-868

Studi terbaru mengenai demensia menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kejadian demensia dengan penurunan kadar folat serta peningkatan vitamin B12 dan homosistein.

Dr.Jin-Song Yoon dkk dari University Medical School, Kwanggiu, Republik Korea, mengatakan pada beberapa studi crosssectional mendapatkan suatu kesimpulan mengenai adanya hubungan antara kadar folat yang rendah dan hiperhomosisteinemia dengan demensia (gangguan kognitif), namun penyebab pastinya tidak diketahui.

Pada studi prospektif memberikan hasil yang lebih kontroversial. Studi tersebut menyelidiki mengenai kadar awal dan perubahan kadar folat, vitamin B12, serta homosistein sebagai prediktor insidensi demensia pada 625 pasien usia lanjut tanpa demensia pada awal studi. Sebanyak 518 subyek (83%) kemudian diikuti selama 2,4 tahun.

Studi tersebut memberikan hasil, bahwa demensia terjadi pada 45 subyek diantara 518 subyek (8,7%). Satu-satunya faktor awal prediktor insidensi demensia adalah kadar folat yang rendah. Meskipun demikian, timbulnya demikian, timbulnya demensia selama pemantauan berhubungan dengan penurunan kadar folat, sedikit peningkatan kadar vitamin B12, dan peningkatan kadar homosistein dalam jumlah besar. Setelah dilakukan penyesuaian faktor berat badan pada penelitian tersebut hubugannya menjadi melemah.

Berdasarkan hal tersebut dalam studinya para peneliti ini menyarankan untuk melakukan studi lebih lanjut dalam hubungan longitudinal yang lebih kompleks dan nutrisi pada pasien dengan demensia perlu diperhatikan sejak saat ditetapkannya diagnosis tanpa melihat penyebab atau efek penyerta. (TM)

Caring for an Alzheimer’s patient can be a huge burden. When it becomes too hard and too time consuming for you to take care of your loved one, it may be time to look for a nursing home.

When you feel comfortable, then you can start planning ahead which will help avoid crisis situations later. You may not ever need a nursing home, but act in a proactive manner just in case the day comes. It is well known that making decisions in a crisis situation can be very difficult and stressful on everyone, so make sure you plan ahead of time. Continue Reading »

Older Posts »